Untuk menukar uang, aku tidak mau sembarangan. Di bandara,
memang tersedia tempat penukaran uang, tap jika tukar disana, harga nya lebih
mahal. Di stasiun BTS dan mall-mall juga ada tempat penukaran uang, tapi sekali
lagi harganya mahal. Jika mau tukar uang, kalian bisa menukar uang di Super
Rich. Super rich ada di daerah Chit lom, arah pergi menuju ke platinum mall. (
45 soi rajdamri 1, radjamri, Patumwan, Bangkok 10330, Thailand). Ada beberapa
super rich di mall, tapi saranku, jangan menukar disana, meskipun itu adalah
super rich. Lebih baik super rich di pusatnya langsung. Karena penukaran uang
disana lebih terjamin harganya, daripada di bandara maupun di mall-mall.
Jumat, 18 Maret 2016
Bus Gratis!!
Yap!! Siapa sih yang nggak senang kalau mendengar kata
“gratis”. Well, bus di Thailand ada beberapa yang gratis. Dulu aku pernah mau
pergi dari apartment ku ke Big C. Aku pun menggunakan bus warna merah dan itu
gratis. Pernah juga, pergi dari Ekkamai ke Bearing menggunakan bus ini dan
gratis. Jika kalian mau gratis, kalian bisa menggunakan bus warna merah tapi
yang bernomor 45. Well, sometimes, bus merah 45 bisa gratis (beberapa kali
gratis). Tapi, ada juga bus 45 merah yang kita harus bayar. Jadi, cek saja, jika
ada kondektur bus, maka kalian harus bayar, tapi kalau tidak ada kondekturnya,
kalian tidak perlu bayar.
Transportasi di Bangkok, Thailand
1. BTS Sky Train
Karena Bangkok, kotanya sangat macet (sama
seperti Jakarta). Pemerintah mereka akhirnya membuat Sky Train. Untuk
berpergian menggunakan sky train, kalian perlu bayar dengan menggunakan koin.
Tapi jika kalian tidak punya koin, dan hanya uang kertas saja. Kalian bisa
tukar uang di sana. Cara menggunakan BTS Sky Train adalah:
1.
Pilih destinasi (Siam, Phloen chit, Victory
Monument, dll). Kemudian, disana akan tertera harga per destinasi. Misal: dari
Ekkamai station, kalian mau pergi ke Phrom Pong, harganya adalah 18 baht.
2.
Tekan angka 18
3.
Masukkan koin (Misal 10 baht 2 koin (20 baht)
4.
Ambil tiket
5.
Dan ambil kembalian 2 baht
6.
Masuk ke dalam stasiun. Dari sini, kalian harus
naik ke atas lagi. Untuk pergi ke atas, akan ada 2 tangga yang berbeda (1
tangga menuju ke Mo chit dan tangga lain yang menuju ke Bearing). Mo Chit dan Bearing adalah station terakhir.
(lihat gambar kartu sky train)
7.
Misal kalian berada di Ekkamai station, dan
kalian mau pergi ke Siam. Maka, ketika sudah masuk ke dalam station, kalian
ambil tangga yang menuju ke Mo Chit, bukan menuju ke Bearing. Kalian harus
selalu berpatokan pada station terakhir
8.
Setelah sampai ke atas, kereta pun datang.
Kalian masuk ke dalam kereta. Sky Train akan berjalan dan berhenti di setiap stasiun.
9.
Setelah tiba di station yang kalian inginkan,
kalian keluar, turun lewat tangga. Dan masukkan kembali kartu sky train kalian
ke dalam mesin keluar.
(Kartu Sky Train)
2. 2. MRT
Di sini juga ada MRT (kereta bawah tanah).
Dari BTS Sky train, kalian bisa naik MRT dengan cara turun lewat Asok station.
Jika BTS menggunakan kartu untuk masuk, naik MRT, kita menggunakan koin plastik
yang berwarna hitam. Cara menggunakan MRT kurang lebih sama dengan menggunakan BTS Sky Train.
Untuk masuk kedalam, kita menggunakan koin hitam ini
3. 3. Bus
Bus memang lebih murah dari pada
menggunakan MRT atau BTS. Tapi dari pengalama yang sudah aku alami, aku tidak
mau lagi naik bus waktu sore hari. Dulu, aku pergi ke Siam paragon menggunakan
bus. Aku pergi dari Ekkamai jam 4 sore, dan sampai jam 7 malam, aku masih belum
sampai di Siam. Aku masih berada di Nana. Sejak saat itu, jika mau pergi saat
sore menjelang malam sekitar jam 7-9, aku akan selalu naik BTS sky train. Tapi
ketika sudah jam 9 malam lebih, aku akan menggunakan bus. (Sometimes, bahkan
jam 9 malam pun, jalanan masih macet). Ada banyak macam bus disini. Ada yang
berwarna orange, merah, biru, hijau, dll. Bus yang paling murah adalah yang
berwarna merah. Jika bus tersebut ada AC nya seperti beberapa bus yang berwarna orange, maka
bus tersebut lebih mahal daripada bus yang tidak menggunakan AC( bus warna
merah).
4. 4. Tuk-Tuk
Salah satu yang terkenal di Thailand adalah
Tuk-Tuk. Pernah sekali naik Tuk-Tuk dan aku senang banget naik ini kendaraan.
Meskipun harganya agak mahal. Dari Chit Lom menuju ke apartment ku, aku
dikenakan harga 200 baht (mungkin karena aku tidak bisa menawar dengan baik).
Waktu naik Tuk-Tuk, pengemudinya menyalakan lagu dengan keras dan lampu yang
colorful. Tapi yang paling seru (sekaligus agak menakutkan), pengemudinya
menyetir dengan cepat. Buat para Ibu yang tidak suka pengemudi yang
menyeramkan, jangan naik tuk-tuk.
5. 5. Taxi Meter
Hal yang paling aku suka dengan Thailand
adalah taxi nya. Taxi disini beda banget sama yang di Indo. Taxi disini
menggunakan meter. Jadi harganya jauh lebih murah daripada di Indo.
6. 6. Songthaew
Kalu di Indonesia, biasa kita panggil
dengan bemo. Kalau disini, dipanggil dengan Songthaew. Songthaew adalah pick
up truck. Bedanya ma di Indo adalah kalau bemo bisa berpergian jarak jauh.
Tapi, kalau Songthaew, bisanya cuma jarak dekat.
7. 7. Motor Taxi
Motor taxi sama halnya dengan ojek. Di
Thailand, aku jarang banget ketemu dengan polisi lalu lintas. Dan kalau
menggunakan motor taxi ini, kita tidak diberi helm. Dan kalaupun ada polisi,
mereka tidak akan menangkap kita.
8. 8. Perahu
Untuk water transportation, Thailand
menyediakan perahu. Terutama di Chao Praya river ini.
Cara Hemat Tinggal di Bangkok
Kali ini, aku mau kasih tips cara berhemat disini.
Makan:
1.
Selalu makan di pinggir jalan, terutama yang
menyediakan minum gratis. Jangan sekali-sekali makan di restaurant, karena
harganya mahal banget, bisa 100 baht lebih (40 ribu lebih).
2.
Jika kalian jalan-jalan di mall, usahakan untuk tetap
makan di luar atau jika kalian ingin makan di dalam mall, selalu makan di food court. Untuk beberapa food court seperti
di Terminal 21 mall, MBK mall, Platinum mall,
harga makanan disana murah, karena aku pernah menemukan makanan dengan
harga 30-40 baht (12-16 ribu).
3.
Jika benar-benar mau hemat, beli nasi putih di
pinggir jalan (10 baht=4rb), dan beli 1 sosis/bakso tusuk (10 baht). pengeluaran pun cuma 20 baht saja
(8 ribu)
4.
Kalau mau benar-benar hemat, kalian bisa pergi
ke Big C, Tesco, atau Max Value pada malam hari, seperti jam setengah 9 ke
atas. Karena, kalian akan menemukan makanan yang benar-benar murah (discount
price). Pernah, pergi ke Big C malam hari, beli makanan cuma 25 baht tapi dapat
2 macam makanan. Di Gateway mall (Ekkamai), ada max value. Disana mereka jual
makan dengan harga diskon. Aku beli chicken rice (nasi +oseng osengayam+telor),
harga aslinya 30 baht, tapi karena diskon 50 %, harganya Cuma 15 baht (6 ribu).
Foto: makanan diskon
Tempat tinggal
Kalau mau tempat tinggal yang murah, kalian harus tinggal di
hostel. Harga hostel di Bangkok jauh lebih murah daripada di hotel. Kalau di
hotel, harganya bisa sampai 1000 baht lebih (400 ribu lebih). Kalau tinggal di
hostel, harga bisa cuma 300-500 baht (120 ribu-200 ribu an). Untuk informasi
selengkapnya, kalian bisa cari di google dengan kata “hostel Bangkok” atau kalian bisa langsung
buka web nya hostels.com
Nasi Goreng (Khaw Pat)
Pernah beberapa kali, mau makan di suatu tempat,
tapi menunya bahasa Thailand total. Dan karena
hanya tiga makanan yang aku hafal (tom yum, pad thai, dan khaw pat (nasi
goreng). Akhirnya aku memesan nasi goreng. Nasi goreng Thailand beda banget
sama nasi goreng di Indonesia. Jika nasi goreng Indo berwarna-warni (nasi
goreng merah, orange, kuning, coklat). Khaw pat selalu berwarna kuning. Mungkin
ini karena, Thailand tidak punya kecap manis. Thailand punya kecap asin, tapi
tidak punya kecap manis. Dan kecap asin mereka, selalu berisikan dengan cabe.
Back to the topic, Khaw pat disini enak banget. Isi khaw pat ini ada ayam,
telur, sayur (tomat, sayur hijau, timun). So, jika kalian berkunjung ke
Thailand, jangan lupa makan Khaw pat.
MIni market dan Supermarket
Di kota aku, Surabaya, ada banyak banget mini
market dan supermarket, seperti Alfamart, Indomaret, Circle K, Super Indo,
Hypermart, dll. Di Bangkok untuk mini market, kalian akan menemukan 7eleven
(sevel) dan Family Mart (Famart). Dan supermarket disini yang terkenal adalah
Big C, Tesco, dan Max Value. Yang paling banyak ditemukan adalah Big C. Kalau
di Indo, tidak semua mini market menyediakan makanan (nasi + lauk) dan minuman
yang ambil sendiri. Disini, mereka menyediakan. Terutama di sevel, kalian bisa
beli makanan disana, kemudian minta petugas disana untuk taruh di microwave.
Untuk minum, kalian bisa ambil ice cube dan minum tersebut sendiri, dan
langsung kalian bawa ke kasir. Setiap gelas mempunyai ukuran yang bebeda dengan
harga yang berbeda. Ada gelas kecil (13 baht), medium (18 baht), dan large
(24-32 baht). Tapi kalian harus lihat lagi, ada gelas yang untuk coke (soda:
coca cola, dll)) dan ada yang gelas untuk susu ovaltine, kopi, dan milk tea.
Pernah sekali, aku pergi ke sevel, dan slaah menuang gelas. Gelas yang aku
pakai adalah gelas untuk coke, tapi yang aku mau minum adalah milk tea. Salah
satu petugas disana pun langsung bilang ke aku kalau aku salah menggunakan
gelas dan menukar gelas ku dengan gelas lain.
Makan di pinggir jalan
Karena budget untuk tinggal dan belajar disini selama satu
semester sangat terbatas, aku jarang banget makan di restaurant. Kalaupun makan
di restaurant, hanya waktu weekend saja. Seperti yang sudah aku bilang, makan
di pinggir jalan, berkisar 30-60 baht (12 rb- 24rb). Tapi hal yang paling
menyenangkan adalah, kalau makan disini, kita bisa dapat minum gratis. Sama
seperti di Bandung, beberapa food stall menyediakan air minum gratis. Dan disini
juga menyediakannya. Kalau di Bandung, mungkin ada yang menyediakan teh gratis.
Disini, air putih dan es gratis (bisa refill).
Tidak semua food stall menyediakan air minum gratis, tapi untuk beberapa
food stall, menyediakannya.
Laundry dan Setrika
Memakai jasa laundry disini cukup mahal. Oleh
karena itu, aku cuci dengan coin laundry. Coin laundry disini harganya berkisar
20-30 baht untuk sekali cuci (8 ribu-12 ribu). Dan mesin cucinya bergerak
secara otomatis. Jadi tidak usah khawatir yang tidak bisa menggunakan mesin
cuci. Karena kalian cukup menekan tombol on dan start saja.
Makan dan minum di Thailand
Makanan di Thailand
harganya kurang lebih sama dengan di Indonesia. Untuk makanan di pinggir jalan,
harganya berkisar 30-60 baht. Untuk gampangnya aku selalu kalikan dengan Rp
400. Jadi, makanan disini, berkisar 12 ribu
– 24 ribu. Kalau dekat rumahku di Surabaya, aku bisa makan dengan harga 6 ribu
termasuk dengan nasi dan lauknya, tapi disini kalian harus mengeluarkan 12
ribu. Sebenarnya, ada juga yang menjual makanan dengan harga 20 baht, tapi itu
jarang banget. But, still don’t worry, aku bakalan kasih tahu tips buat kalian
yang ingin hemat makan disini. Untuk
minum, biasanya aku menggunakan air isi ulang. Aku beli botol minum yang bisa
menampung sebanyak 6 liter. Kemudian, aku refill hingga 1 kali saja. Satu liter air disini dikenakan harga 1 baht
(Rp 400). Jadi, dengan botol 6 liter, aku cukup bayar 6 baht (Rp 2400). Note:
Bagi kalian yang tinggal di hotel, mungkin bakal jarang menemukan tempat refill
air.
Bahasa Thailand II (uang dan makan)
Bahasa Thailand II (uang dan makan)
Untuk para backpacker, belajar mengenai bahasa uang juga
sangat dibutuhkan, karena banyak dari para penjual, tidak bisa bahasa Inggris.
Bahkan, ketika aku bertanya “How much?”, mereka pun tak mengerti. Akhirnya, aku
pun hanya menunjukkan uang aku. Jika tidak cukup, dia akan menggelengkan kepala
dan aku tambahkan lagi. Hal ini aku alami tidak hanya sekali, tapi beberapa
kali dan karena hal tersebut, akhirnya aku mau mencoba belajar bahasa Thailand
untuk menanyakan tentang harga.
Pernah juga beberapa
kali, aku mau membeli makanan, tapi karena menu nya berbahasa Thailand
(absolutely), aku pun bertanya “What is this? Is this chicken or pork?.” Aku
menanyakan hal tersebut, karena sejak dulu, aku tidak terlalu suka dengan babi.
Dan satu hal yang kalian harus tahu, makanan Thailand kebanyakan mengandung
babi. Jadi, untuk para backpacker yang tidak mau / tidak bisa makan babi,
kalian harus mengetahui sedikit bahasa Thailand, terutama jika kalian makan di
pinngir jalan. Untuk kalian yang berpergian menggunakan jasa Tour and Travel,
tidak usah terlalu khawatir, karena mereka biasanya jarang banget atau hampir
tidak pernah memberi makanan babi, kebanyakan adalah ayam dan seafood (Pad Thai
noodle dan Tom Yum soup). Tapi, untuk yang tidak bisa makan babi, selalu
jaga-jaga untuk menanyakan apakah makanan tersebut mengandung babi atau tidak.
Dan ini dia bahasa Thailand mengenai uang: (note: mata uang
Thailand adalah Baht)
1: neng
2: song
3: sam
4: si
5: ha
6: hook
7: jet
8: pet
9: khao
10: sip
11: sip ed
12: sip song
13: sip sam
14: sip si
15:sip ha
16: sip hook
17: sip jet
18: sip pet
19:sip khao
20: i sip
30: sam sip
40:si sip
50:ha sip
60: hook sip
70: jet sip
80:pet sip
90: khao sip
100: neng roi
Harganya berapa? = To lhai ka? (untuk perempuan) dan To lhai
krap (untuk laki-laki)
Babi: mu
Ayam: kai
Water: na
Nasi: Khaw
Nasi goreng: Khaw pat
Bahasa Thailand I (Greeting)
Satu hal yang kalian harus tahu ketika mau ke Thailand
adalah banyak dari mereka tidak bisa berbahasa Inggris. Dan jika kalian mau ke
Thailand ala backpacker, kalian harus tahu bahasa Thailand secara umum yang
paling banyak kalian gunakan disini. Contohnya adalah greeting. Jika di
Indonesia, kita selalu berkata “Halo”, “Hai”, “Selamat pagi”, “Apa kabar?”,
orang Thailand akan berkata “Sawadee ka (untuk perempuan) / Sawadee krap (untuk
laki-laki)”. Kata “Terima kasih” juga akan kalian sering gunakan. Terma kasih
di Thailand adalah “Kob kun ka” (untuk perempuan) / “Kob kun krap” (untuk
laki-laki). Jadi, intinya, “ka” digunakan oleh perempuan dan “krap” digunakan
untuk laki-laki.
Terus, kalau ladyboy atau tomboy girl menggunakan kata apa
dong?. Well, untuk ladyboy, mereka akan menggunakan kata “ka” dan untuk tomboy
girl, mereka akan menggunakan kata “krap”.
Tinggal di Thailand
Ini adalah pertama kalinya aku tinggal di negara lain selama
kurang lebih 5-6 bulan. Aku mengikuti pertukaran pelajar di Bangkok University.
Back then, aku selalu berpikir bahwa aku harus cari tempat kos disini. Tapi,
ternyata disini tidak ada yang namanya tempat kos dimana ada ibu kos.
Kebanyakan adalah Apartment. Jadi, jangan harap ada yang namanya ibu kos atau
air putih, nasi putih, laundry dan setrika yang sudah termasuk harga kos .
Kalau di Indonesia, ada tempat kos yang menyediakan tempat dengan harga murah
seperti 500 ribu atau bahkan mungkin 300 ribuan. Di Thailand, tidak ada. Karena
kebanyakan adalah apartment. Di Surabaya, ada temanku yang kos dengan harga 950
ribu dan sudah termasuk AC, nasi putih, air minum, dan laundry setrika. Tapi
disini, kita harus bayar semuanya itu sendiri.
Rabu, 09 Maret 2016
Perkenalkan
Halo. Perkenalkan nama saya, Fransisca. Teman-teman saya biasanya memanggil namaku Sisca. Saya blogger terbaru. Di blog ini, saya ingin membahas perjalanan saya baik di dalam negeri maupun ke luar negeri. Berhubung, saya sedang mengikuti student exchange program di Bangkok, Thailand, aku mau me review berbagai tempat di sini dan memberi berbagai tips dan informasi buat kalian semua yang mau berpergian. Enjoy!!
Langganan:
Postingan (Atom)
-
Bahasa Thailand II (uang dan makan) Untuk para backpacker, belajar mengenai bahasa uang juga sangat dibutuhkan, karena banyak dari para p...
-
Hilangkan Smile Line / Garis senyum cukup modal kapas dan jari Kali ini aku mau share suatu cara ke kalian, gimana sih cara menghilangk...
-
Satu hal yang kalian harus tahu ketika mau ke Thailand adalah banyak dari mereka tidak bisa berbahasa Inggris. Dan jika kalian mau ke Thail...




